Kabaronline.id || Medan, Rabu 29 April 2026. Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa di Wisma Jayapuri, Jalan Sei Mencirim, Babura Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, saat Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Golkar, *Kombes Pol (Purn) Dr. Maruli Siahaan, SH.MH.,menggelar kegiatan Reses DPR RI yang dirangkai dengan Partangiangan Parsadaan Pomparan Raja Pangahut Tua Siahaan (PPRPTS) Anak Dohot Boru Medan Sekitarnya.
Kegiatan yang dihadiri masyarakat dari berbagai penjuru Medan dan sekitarnya itu berlangsung semarak. Sejak pagi, peserta terus berdatangan memenuhi lokasi acara. Kehadiran warga menunjukkan besarnya antusiasme terhadap agenda reses yang dikemas dengan nuansa adat, kekeluargaan, dan nilai spiritual.
Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut adalah *“Dalihan Na Tolu sebagai Fondasi Kepemimpinan dan Keharmonisan Keluarga Batak.”* Tema ini mendapat sambutan positif karena dinilai relevan menjawab tantangan zaman, terutama dalam menjaga persatuan keluarga dan memperkuat karakter generasi muda.
Acara dibuka melalui ibadah bersama yang dipimpin oleh Pdt. Kristin Juliana Br. Siahaan, S.Th*, Pendeta Fungsional HKBP Resort Paropo Distrik VI Dairi. Suasana khidmat menyelimuti seluruh ruangan ketika doa-doa dipanjatkan demi kebersamaan dan kesejahteraan masyarakat.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Pdt. Dr. Sukamto Limbong, M.Th*, Direktur Sekolah Tinggi Teologia HKBP Pematang Siantar, serta *Lukman Siahaan*, Ketua Raja Pangahut Tua Kota Medan.
Dalam sambutannya, Kombes Maruli Siahaan menegaskan pentingnya kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi warga.
“Reses adalah kesempatan bagi saya mendengar suara masyarakat secara langsung. Tetapi lebih dari itu, hari ini kita menunjukkan bahwa persaudaraan dan kebersamaan adalah kekuatan besar dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa nilai *Dalihan Na Tolu* harus terus dijaga karena mengandung semangat saling menghormati, saling menopang, dan hidup dalam keseimbangan.
“Kalau nilai ini dijaga, keluarga akan kuat, masyarakat akan rukun, dan generasi muda memiliki arah yang jelas,” tambahnya.
Sementara itu, Pdt. Dr. Sukamto Limbong, M.Th* dalam pemaparannya menyampaikan bahwa Dalihan Na Tolu merupakan sistem nilai luhur yang tetap relevan di era modern.
“Ini bukan sekadar adat, tetapi pedoman hidup. Ada penghormatan, tanggung jawab, dan kasih yang jika diterapkan akan melahirkan kepemimpinan yang sehat,” jelasnya.
Menurutnya, keluarga Batak memiliki modal sosial besar untuk menjadi teladan dalam menjaga harmoni di tengah perubahan sosial yang semakin cepat.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan dialog antara masyarakat dan Maruli Siahaan. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari persoalan ekonomi, pendidikan, hingga kebutuhan sosial di lingkungan mereka.
Acara ditutup dengan ramah tamah dan kebersamaan. Banyak peserta berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan karena mampu menghadirkan wakil rakyat secara nyata sekaligus mempererat ikatan sosial masyarakat.
(LAN)
